Peristiwa Malari

  • Informasi Awal

  • TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peristiwa Malari merupakan unjuk rasa di masa Orde Baru yang menewaskan belasan orang.

    Peristiwa itu terjadi pada 15 Januari 1974.

    Kala itu ribuan mahasiswa dari berbagai kampus dipimpin oleh Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Hariman Siregar untuk melakukan aksi.

    Salah satu tuntutan dari mahasiswa itu adalah menolak masuknya investasi asing.

    Massa menilai jika hal tersebut berpotensi membuka celah korupsi di Pemerintah Indonesia, dan berdampak buruk bagi lingkungan serta hak asasi manusia.

    Awalnya aksi itu berjalan damai hingga akhirnya di tengah aksi, terjadi suatu keributan yang mengakibatkan banyak korban.

    Tercatat belasan orang meninggal dunia, ratusan orang terluka, dan hampir seribu mobil dan motor dibakar.

    Peristiwa ini dicatat sebagai Malapetaka Lima Belas Januari atau yang disingkat Malari. (1)

    Aksi unjuk rasa peristiwa Malari dan kesiapan aparat keamanan di sekitar Monumen Nasional (Monas) dan Istana Merdeka, Jakarta. Aksi unjuk rasa peristiwa Malari dan kesiapan aparat keamanan di sekitar Monumen Nasional (Monas) dan Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. Chrys Kelana)

    Baca: Tragedi Trisakti

  • Latar Belakang

  • Setelah diberlakukannya UU No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.

    Di Indonesia pertumbuhan ekonomi tinggi, akan tetapi hal itu berakibat pada kerusakan alam dan pelanggaran hak asasi manusia.

    Adapun tuntutan massa dalam aksi itu ada tiga yang dikenal dengan Tritura Baru 1974.

    Untuk isi dari Tritura itu antara lain, pemerintah membubarkan lembaga Asisten Pribadi Presiden (Aspri), menurunkan harga bahan pokok, dan mengganyang korupsi.

    Karena pada saat itu investasi asing mudah masuk dan melimpahnya produk-produk Jepang di Indonesia.

    Dan Peristiwa Malari itu terjadi bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka ke Jakarta untuk kepentingan investasi Jepang di Indonesia. (1)

    Baca: Tragedi Santa Cruz

    Aksi itu awalnya terpusat di kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat.

    Massa yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar melakukan long march dari kompleks Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta Pusat, menuju Universtas Trisakti.

    Di kampus Trisakti, massa sempat membakar boneka Perdana Menteri Tanaka yang kala itu disimbolkan sebagai penjajah ekonomi.

    Setelah itu massa dibagi menjadi dua, yang pertama itu melakukan aksi di Istana Kepresidenan.

    Dan kedua, massa menuju ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma tempat di mana Perdana Menteri Tanaka mendarat di Jepang.

    Namun sayangnya, sebelum massa sampai ke lokasi tujuan, mereka terlibat bentrok dengan aparat.

    Hal ini karena massa yang menuju ke istana dan ke pangkalan udara dihadang oleh aparat.

    Tidak butuh waktu lama, keadaan di Ibu Kota Jakarta menjadi mencekam.

    Selain bentrokan, massa juga merusak barang-barang seperti mobil dan motor buatan dari Jepang.

    Tidak hanya itu, toko-toko yang dimiliki oleh pengusaha Jepang juga dibakar habis. (1)

    Baca: Peristiwa Madiun 1948

  • Akhir Malari

  • Walaupun massa melakukan aksi besar-besaran namun pertemuan Presiden Soeharto dengan Perdana Menteri Tanaka dari Jepang tetap berjalan di istana Kepresidenan.

    Akibat dari aksi itu, 11 orang meninggal dunia, 300 luka-luka dan 775 orang ditangkap oleh aparat.

    Selain itu, terdapat 114 bangunan yang rusak, 187 motor dan 807 mobil terbakar.

    Kemudian, toko dan juga perkantoran di Pasar Senen dan Harmoni juga dibakar dan dijarah oleh massa.

    Tercatat ada 160 kilogram emas hilang di toko perhiasan.

    Setelah aksi itu selesai, pemimpin aksi yang bernama Hariman Siregar menjalani prosesi persidangan selama empat bulan.

    Setelah itu Hariman divonis enam tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena dinilai melakukan tindak pidana subversi.

    Meski begitu, Presiden Soeharto akhirnya membubarkan asisten pribadi presiden yang kala itu menjadi salah satu tuntutan mahasiswa. (1)

    (TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

    [embedded content]

    Related Posts

    0 Response to "Peristiwa Malari"

    Post a Comment